PROFIL SAYA,
NAMA : MEGA AFFANI
NIM : A1C111071
PRODI : PENDIDIKAN KIMIA REGULER 2011
FAKULTAS : FKIP
PERGURUAN TINGGI : UNIVERSITAS JAMBI
UJIAN MID SEMESTER
MATAKULIAH : Kimia Organik II
SKS : 3SKS
WAKTU : Mulai Rabu, 24 April sampai dengan 1 Mei
2013 jam 24.00
PENGAMPU : Dr. Syamsurizal, M.Si
PERHATIAN: UJIAN INI DIIZINKAN UNTUK MEMBUKA BUKU, BROWSING INTERNET, ANDA DILARANG MENCONTEK JAWABAN TEMAN ATAU COPY PASTE ARTIKEL TERKAIT DI INTERNET. ANDA HARUS MENGKONSTRUKSI JAWABAN SENDIRI SESUAI DENGAN KEMAMPUAN PENALARAN MASING-MASING. Semua jawaban diposting di blog anda masing-masing, lengkapi profil anda dengan foto agar mudah dikenali.
SOAL.
1. Asam karboksilat dapat ditransformasi menjadi beberapa turunan. Buatlah skema reaksi perubahan dari suatu ester menjadi amida selanjutnya target akhirnya adalah benzoil khlorida.
2. Temukan manfaat dari benzoil khlorida, jelaskan bagaimana mekanisme senyawa benzoil khlorida berperan.
3. Bila benzoil khlorida dikonversi menjadi asam benzoat. Buatlah tiga contoh turunan asam benzoat sebagai model, kemudian jelaskan pengaruh efek resonansi terhadap kekuatan tiga jenis asam benzoat yang anda modelkan.
4. Usulkan turunan asam benzoat yang anda gunakan pada soal no.3 dapat dibiodegradasi oleh suatu mikroorganisme, bagaimana hasil akhir penguraiannya?
JAWABAN
1.
Dari beberapa turunan Asam karbosilat salah
satunya ialah ester, dimana reaksi antara ester dengan ammonia
menghasilkan suatu amida disebut Amonolisis. Sebagai catatan bahwa amonolisis
dari ester membutuhkan hanya satu ekuivalen amina, tidak seperti amonolisis
dari suatu asil halida atau asam anhidrida yang membutuhkan dua ekuivalen.
Reaksi amonolisis tidak memerlukan katalis.
Dan ketika ester dengan amonia di
reaksikan, maka produk yang di hasilkan sebagai berikut:
Produk reaksi antara ester dengan amonia adalah suatu amida
dan suatu alkohol.Contoh : reaksi antara etil benzoat (ester) dengan amonia yang kemudian
menghasilkan benzamida (amida) dan etanol.
CH3COOC2H5 + NH3 →
CH3CONH2 + C2H5OH
Dan kemudian, ketika etil benzoat (ester) direaksikan dengan
asam klorida, akan menghasilkan produk yang serupa yaitu benzoil klorida dan
etanol (alkohol).
C6H5COC2H5
+ HCl C6H5COCl+
C2H5OH
Kemudian,
benzoil klorida atau benzenakarbonil klorida juga dapat di peroleh dari reaksi
antara asam benzoat dengan tionil klorida, seperti reaksi berikut:
Benzoil klorida merupakan asil korida, Ia
beraksi dengan alkohol dan amina, menghasilkan ester dan amida terkait. Ia
menjalani asilasi Friedel-Crafts dengan arena, menghasilkan benzofenon terkait.
Ia juga beraksi dengan air, menghasilkan asam klorida dan asam benzoat:
Di industri ester disintesis dalam dua tahap. Pertama, asam
karboksilat diklorinasi menggunakan tionil klorida menjadi asil klorida.
Selanjutnya asil klorida direaksikan dengan alcohol menjadi ester. Persamaan
reaksi yang terjadi adalah:
Basa menyerap HCl yang dihasilkan dari reaksi . Hal ini mendorong
reaksi kearah produk hingga sempurna.
Jika kita menambahkan sebuah asil klorida kedalam sebuah alkohol,
maka reaksi yang terjadi cukup progresif (bahkan berlangsung hebat) pada suhu
kamar menghasilkan sebuah ester dan awan-awan dari asap hidrogen klorida yang
asam dan beruap.
Sebagai contoh, jika kita menambahkan etanol krlorida ke dalam
etanol, maka akan terbentuk banyak hidrogen klorida bersama dengan ester cair
etil etanoat.
2.
Ada beberapa manfaat dari benzoil klorida ialah dalam
beberapa cara pembuatan misalnya: dalam
pembuatan peroksida, resin, obat- obatan, zat pewarna, parfum dll.
Adapun mekanisme senyawa benzoil klorida berperan
dalam kegunaannya adalah sebagai berikut:
Dalam
kimia, istilah asil halida atau asam
halida adalah suatu senyawa yang diturunkan dari sebuah asam karboksilat dengan menggantikan gugus hidroksil
dengan gugus halida.
Jika
asam tersebut adalah asam karboksilat, senyawa
tersebut mengandung gugus fungsional -COX,
yang terdiri dari gugus karbonil terikat pada atom halogen seperti pada klorin.
Rumus umum untuk sebuah asil halida dapat dituliskan dengan RCOX, di
mana R dapat sebuah gugus alkil, CO adalah
gugus karbonil, dan X menunjukkan atom halogen.
Dengan demikian,
dapat di simpulkan bahwa benzoil klorida merupakan asil klorida. Ia beraksi
dengan alkohol dan amina, menghasilka ester dan amida terkait. Ia menjalani
asilasi Friedel-Crafts dengan arena,
menghasilkan benzofenol terkait. Ia juga beraksi dengan air, menghasilkan asam klorida dan asam benzoat:
PhCOCl + H2O
→ PhCOOH + HCl
Benzoil
klorida bereaksi dengan natrium peroksida, menghasilkan benzoil klorida dan natrium
klorida:
2 PhCOCl + Na2O2
→ (PhCO)2O2 + 2 NaCl
3. Pada
konversi asil klorida menjadi ester nukleofilik alkohol menyerang karbon
karbonil pada asil klorida. Karena gugus ester terprotonoasi adalah asam kuat,
maka intermediet tetrahedral kehilangan protonnya. Ion klorida keluar dari
intermediet tetrahedral terprotonasi karena ion klorida adalah basa lebih lemah
dibanding ion alkoksida.
·
Reaksi dengan garam asetat
Asil klorida apabila direaksikan dengan garam
asetat akan menghasilkan anhidrida asam dengan garam. Contoh reaksi:
R-CO-Cl + R’-COO-Na à
R-COO-CO-R’ + NaCl
·
Reaksi dengan alkohol
Klorida asam
bereaksi dengan alkohol untuk menghasilkan ester dan HCl dalam suatu reaksi
yang beranologi langsung hidrolisis. Biasanya HCl segera dibuang dari dalam
campuran reaksi setelah terbentuk, dan piridina ditambahkan sebagai penyapu
HCl. Contoh reaksi:
R-CO-Cl + R’-OH à
R-CO-O-R’ + HCl
·
Reaksi dengan amonia dan amina
Senyawa
klorida asam bereaksi sangat cepat jika amonia dan amina ditambahkan kedalamnya
dan akan menghasilkan produk amida yang baik bersama amonium halidanya. Reaksi
dapat berlangsung hingga menghasilkan disubstitusi namun tidak sampai ke
trisubstitusi. Contoh reaksi:
R-CO-Cl + 2NH3 à
R-CO-NH2 + NH4Cl
·
Reaksi dengan senyawa organologam
Suatu klorida
asam bereaksi dengan keanekaragaman nukleofil, termasuk senyawa organologam
dengan menggunakan pereaksi Grinard. Pereaksi Grinard dapat bereaksi dengan
klorida asam dan menghasilkan alkohol tersier yang mempunyai dua substituen
(alkil) yang sama. Contoh reaksi:
R-CO-Cl + 2R’-Mg-X à
R-Cl(2R’)-OH (digunakan pula eter dalam kondisi asam H3O+ )
·
Reaksi reduksi asil klorida
Jika reduksi
dengan LiAlH4, asil klorida akan menjadi alkohol primer. Reduksi
melalui mekanisme substitusi asil nukleofilik dimana ion hidrida (H-)
menyerang gugus karbonil membentuk intermediet tetraheral dan akan mengeluarkan
Cl-. Aldehida yang terbentuk segera akan direduksi oleh LiAlH4 dan
menghasilkan alkohol primer. Contoh reaksi:
R-CO-Cl + H- à
R-CO-H à R-CH2-OH
Asil halida dapat diubah menjadi
turunan asam karboksilat lainnya lewat reaksi substitusi nukleofilik asil. Asil
halida bereaksi dengan ion karboksilat membentuk anhidrida, dengan alkohol
membentuk ester, dengan air membentuk asam karboksilat, dan dengan amina
membentuk amida. Hal ini bisa terjadi karena nukleofilik yang datang lebih basa
dibanding ion halida.
Adapun beberapa turunan dari asam benzoat
adalah sebagai berikut:
Terdapat
beberapa turunan dari asam benzoat yang tanpa kita sadari sering kita gunakan,
dalam kehidupan sehari- hari, diantaranya adalah:
• Asam asetil salisilat atau lebih dikenal dengan sebutan aspirin atau asetosal yang biasa digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit (analgesik) dan penurun panas (antipiretik). Oleh karena itu aspirin juga digunakan sebagai obat sakit kepala, sakit gigi, demam dan sakit jantung. Penggunaan dalam jangka panjang dapat menyebabkan iritasi lapisan mukosa pada lambung sehingga menimbulkan sakit maag, gangguan ginjal, alergi, dan asma.
• Asam asetil salisilat atau lebih dikenal dengan sebutan aspirin atau asetosal yang biasa digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit (analgesik) dan penurun panas (antipiretik). Oleh karena itu aspirin juga digunakan sebagai obat sakit kepala, sakit gigi, demam dan sakit jantung. Penggunaan dalam jangka panjang dapat menyebabkan iritasi lapisan mukosa pada lambung sehingga menimbulkan sakit maag, gangguan ginjal, alergi, dan asma.
|
|
|
|
Asam asetil salisilat
|
• Natrium benzoat yang biasa
ggunakan sebagai pengawet makanan dalam
kaleng.
|
|
|
|
||
|
Natrium Benzoat
|
||||
•
Metil
salisilat adalah komponen utama obat gosok atau minyak angin.
|
|
|
|
Metil Salisilat
|
• Asam tereftalat merupakan bahan
serat sintetik polyester.
|
|
|
|
Asam Tereftalat
|
• Parasetamol
(asetaminofen) memiliki fungsi yang sama dengan aspirin tetapi lebih aman
bagi lambung. Hampir semua obat yang beredar dipasaran menggunakan zat aktif
parasetamol. Penggunaan parasetamol yang berlebihan dapat menimbulkan gangguan
ginjal dan hati.
|
|
|
|
Parasetamol
|
Dilihat dari efek resonansi bahwa, sebab utama asam karboksilat bersifat
asam adalah resonansi stabil dari ion karboksilat. Kedua struktur dari ion
karboksilat adalah ekivalen, muatan negatif dipakai sam oleh kedua atom
oksigen.
Dan berdasarkan kaidah teori resonansi yang menyatakan semakin banyak
senyawa yang dapat berresonansi, maka semakin besar energi resonansinya. Maka
orbital delokal pada gugus karbosilat maupun turunannya mempunyai energi
resonansi lebih besar dan menunjukkan bahwa kekuatan asamnya dilihat dari
pengaruh resonansi.
4. Dari beberapa turunan asam benzoat
yang telah dituliskan pada no 3, saya mengusulkan salah satu diantaranya bahwa
asam asetil salisilat (aspirin) dapat dibiodegradasi oleh mikroorganisme.
Dalam penyimpanan, senyawa obat seharusnya tidak mudah terdegradasi
karena bersifat toksik. Namun dalam hal ini, degradasi berlangsung melalui
beberapa jalur, tetapi mekanisme yang paling umum adalah hidrolisis.
Asam asetil salisilat ( aspirin) merupakan turunan asam benzoat yang
dikenal sebagai prototip aobat analgesik kelompok NSAIDs.
Reaksi yang paling berkontribusi dalam degradasi aspirin adalah
hidrolisis yang menghasilkan produk asam salisilat dan asam asetat. Reaksi ini
berlangsung dalam bebagai pH dan laju reaksinya mengikutin kinetika order
pertama semu tapi, dalam suasana yang lebih basa. Sehingga, aspirin
terhidrolisis lebih cepat.
Melalui mekanisme yang serupa
dengan hidrolisis aspirin dan mengetahui pengaruh subtituen klor pada
stabilitas senyawa turunan asam asetilsalisilat.
Dengan demikian, senyawa yang dihasilkan akan lebih stabil daripada
aspirin sehingga bermanfaat untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai obat
analgesik.