Pengertian
biodegradasi
Biodegradasi atau
penguraian bahan (senyawa) organik oleh mikroorganisme dapat terjadi bila
terjadi transformasi struktur sehingga terjadi perubahan integritas molekuler.
Proses ini berupa rangkaian reaksi kimia enzimatik atau biokimia yang mutlak
memerlukan kondisi lingkungan yang sesuai dengan pertumbuhan dan
perkembangbiakan mikroorganisme.Senyawa hidrokarbon dalam minyak bumi merupakan
sumber karbon bagi pertumbuhan mikroorganisme, sehingga senyawa tersebut dapat
didegradasi dengan baik.
Pembentukan Biodegradasi umumnya adalah
masalah bahan organik seperti tanaman dan binatang dan hal lainnya yang berasal
dari zat hidup organisme, atau bahan buatan yang serupa cukup untuk tanaman dan
hewan hal untuk diletakkan untuk digunakan oleh mikroorganisme. Beberapa
mikroorganisme memiliki mengherankan, terjadi secara alami, Microbial catabolic
keanekaragaman untuk menurunkan, transform atau menumpuk banyak berbagai
komposisi termasuk hidrokarbon (misalnya minyak), polychlorinated biphenyls
(PCBs), polyaromatic hidrokarbon (PAHs), bahan farmasi, radionuclides dan
logam. Utama dalam metodologi pemecahan Mikroba biodegradasi telah mengaktifkan
rinci genomic, metagenomic, proteomic, dan lainnya bioinformatic tinggi
throughput analisis lingkungan yang belum pernah terjadi sebelumnya relevan
microorganisme memberikan wawasan ke dalam jalur utama biodegradative dan
kemampuan mikroorganisme untuk beradaptasi dengan perubahan kondisi lingkungan.
Jenis Hidrokarbon yang Didegradasi Mikroba
Jenis Hidrokarbon yang Didegradasi Mikroba
a. Hidrokarbon Alifatik
Mikroorganisme pedegradasi hidrokarbon rantai lurus dalam minyak bumi ini
jumlahnya relatif kecil dibanding mikroba pendegradasi hidrokarbon aromatik. Di
antaranya adalah Nocardia, Pseudomonas, Mycobacterium, khamir tertentu, dan jamur.
Mikroorganisme ini menggunakan hidrokarbon tersebut untuk pertumbuhannya.
Penggunaan hidrokarbon alifatik jenuh merupakan proses aerobik (menggunakan
oksigen). Tanpa adanya O2, hidrokarbon ini tidak didegradasi oleh
mikroba (sebagai pengecualian adalah bakteri pereduksi sulfat). Langkah
pendegradasian hidrokarbon alifatik jenuh oleh mikroorganisme meliputi oksidasi
molekuler (O2) sebagai sumber reaktan dan penggabungan satu atom
oksigen ke dalam hidrokarbon teroksidasi.
b. Hidrokarbon Aromatik
Banyak senyawa ini digunakan sebagai donor elektron secara aerobik oleh
mikroorganisme seperti bakteri dari genus Pseudomonas. Metabolisme senyawa ini
oleh bakteri diawali dengan pembentukan Protocatechuate atau catechol atau
senyawa yang secara struktur berhubungan dengan senyawa ini. Kedua senyawa ini
selanjutnya didegradasi menjadi senyawa yang dapat masuk ke dalam siklus Krebs
(siklus asam sitrat), yaitu suksinat, asetil KoA, dan piruvat.
Faktor Pembatas Biodegradasi
Kemampuan sel mikroorganisme untuk melanjutkan pertumbuhannya sampai minyak
bumi didegradasi secara sempurna bergantung pada suplai oksigen yang mencukupi
dan nitrogen sebagai sumber nutrien. Seorang ilmuwan bernama Dr. D. R. Boone
menemukan bahwa nitrogen tetap merupakan nutrien yang paling penting untuk
degradasi bahan bakar. Selain itu keaktifan mikroorganisme pendegradasi
hidrokarbon juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti temperatur dan pH.
Kondisi lingkungan yang tidak sesuai menyebabkan mikroba ini tidak aktif
bekerja mendegradasi minyak bumi. Sebagai contoh, penambahan nutrien anorganik
seperti fosfor dan nitrogen untuk area tumpahan minyak meningkatkan kecepatan
bioremediasi secara signifikan.
Dari
pembahasan diatas,permasalahannya ialah:
1.
Tolong jelaskan mengapa mikroorganisme
pedegradasi hidrokarbon rantai lurus (hidrokarbon alifatik) dalam minyak bumi
ini jumlahnya relatif kecil dibanding mikroba pendegradasi hidrokarbon aromatik
dan faktor apa yang menyebabkan hal tersebut dapat terjadi?
Menurut saya mikroorganisme pedegradasi hidrokarbon rantai lurus (hidrokarbon alifatik) dalam minyak bumi ini jumlahnya relatif kecil dibanding mikroba pendegradasi hidrokarbon aromatik karena pada Mikroorganisme pedegradasi hidrokarbon rantai lurus dalam minyak bumi ini jumlahnya relatif kecil dibanding mikroba pendegradasi hidrokarbon aromatik dimana Penggunaan hidrokarbon alifatik jenuh merupakan proses aerobik (menggunakan oksigen). Tanpa adanya O2, hidrokarbon ini tidak didegradasi. Langkah pendegradasian hidrokarbon alifatik jenuh misalnya pada mikroba Pseudomonas meliputi oksidasi molekuler (O2) sebagai sumber reaktan dan penggabungan satu atom oksigen ke dalam hidrokarbon teroksidasi.
BalasHapusSementara pada hidrokarbon aromatik digunakan sebagai donor elektron secara aerobik oleh mikroorganisme seperti bakteri dari genus Pseudomonas. Metabolisme senyawa ini oleh bakteri diawali dengan pembentukan Protocatechuate atau catechol atau senyawa yang secara struktur berhubungan dengan senyawa ini.hal ini mungkin yang membuat perbedaan mikroorganisme pada kedua hirokarbon tersebut
Semoga bisa membantu..
menurut literatur yang saya baca
BalasHapusMikroorganisme pedegradasi hidrokarbon rantai lurus dalam minyak bumi ini jumlahnya relatif kecil dibanding mikroba pendegradasi hidrokarbon aromatik. Di antaranya adalah Nocardia, Pseudomonas, Mycobacterium, khamir tertentu, dan jamur. karena Mikroorganisme ini menggunakan hidrokarbon tersebut untuk pertumbuhannya. Penggunaan hidrokarbon alifatik jenuh merupakan proses aerobik (menggunakan oksigen). Tanpa adanya O2, hidrokarbon ini tidak didegradasi oleh mikroba (sebagai pengecualian adalah bakteri pereduksi sulfat).
sedangkan pada hidrokarbon aromatik banyak digunakan sebagai donor elektron secara aerobik oleh mikroorganisme seperti bakteri dari genus Pseudomonas. Metabolisme senyawa ini oleh bakteri diawali dengan pembentukan Protocatechuate atau catechol atau senyawa yang secara struktur berhubungan dengan senyawa ini. Kedua senyawa ini selanjutnya didegradasi menjadi senyawa yang dapat masuk ke dalam siklus Krebs (siklus asam sitrat), yaitu suksinat, asetil KoA, dan piruvat.
Baiklah saya akan mencoba mencoba menjawab,,,,
BalasHapusMenurut literatur yang saya baca,mikroorganisme pedegradasi hidrokarbon rantai lurus (hidrokarbon alifatik) dalam minyak bumi ini jumlahnya relatif kecil dibanding mikroba pendegradasi hidrokarbon aromatik KARENA dalam mikroorganisme pedegradasi hidrokarbon rantai lurus dalam minyak bumi ini jumlahnya relatif kecil dibanding mikroba pendegradasi hidrokarbon aromatik dimana Penggunaan hidrokarbon alifatik jenuh merupakan proses aerobik (menggunakan oksigen). Tanpa adanya O2, hidrokarbon ini tidak didegradasi.SEDANGKAN dalam hidrokarbon aromatik digunakan sebagai donor elektron secara aerobik oleh mikroorganisme seperti bakteri dari genus Pseudomonas. Metabolisme senyawa tersebut oleh bakteri diawali dengan pembentukan Protocatechuate atau catechol atau senyawa yang secara struktur berhubungan dengan senyawa tersebut.
Terima kasih,,,
Baiklah saya akan mencoba menjawab pertanyaan anda. Berdasarkan literatur yang saya baca, di dalam minyak bumi terdapat dua macam komponen yang dibagi berdasarkan kemampuan mikroorganisme menguraikannya, yaitu komponen minyak bumi yang mudah diuraikan oleh mikroorganisme dan komponen yang sulit didegradasi oleh mikroorganisme. Mikroorganisme pedegradasi hidrokarbon rantai lurus dalam minyak bumi ini jumlahnya relatif kecil dibanding mikroba pendegradasi hidrokarbon aromatik karena Komponen minyak bumi yang sulit didegradasi merupakan komponen yang jumlahnya lebih kecil dibanding komponen yang mudah didegradasi. Hal ini menyebabkan bekteri pendegradasi komponen ini berjumlah lebih sedikit dan tumbuh lebih lambat. Mikroorganisme pedegradasi hidrokarbon rantai lurus dalam minyak bumi ini jumlahnya relatif kecil dibanding mikroba pendegradasi hidrokarbon aromatik. Di antaranya adalah Nocardia, Pseudomonas, Mycobacterium, khamir tertentu, dan jamur karena Mikroorganisme ini menggunakan hidrokarbon tersebut untuk pertumbuhannya Selain itu keaktifan mikroorganisme pendegradasi hidrokarbon juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti temperatur dan pH. Kondisi lingkungan yang tidak sesuai menyebabkan mikroba ini tidak aktif bekerja mendegradasi minyak bumi.
BalasHapusTerima kasih...